MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU
Zaini Dawa
Kubiarkan langit terpejam
Setelah gagal kusempurnakan pelangi menapaki bumi
Ada sedang menjelang masih
Ada tetap sempurnakan akan
Meskipun matahari terbitkan terang
Tetaplah aku menangis dalam gelap
Keringat malam keringat dingin
Bercucuran seolah mengerti
aku harus bagaimana
Maju selangkah seribu duri menusuk
Diam di tempat mati membusuk
Pulang kalah membawa luka
Pergi jauh dikutuk para dewa
Di sini gerak kaku membatu di titik terendah
Menghitung angka-angka cinta di atas sajadah
Begitu dahsyatnya jalan takdir
Setiap langkah bagai disapa petir
Sekali sambar
Aku mati di akhir kilatan sajakmu
Tanpa meringis kugantung harapan
Perihal mimpi jangan tanya
Aku masih berdiri di depan pintu surga
Masih memanggil namamu
Sumenep, 26 Desember 2025