Rabu, 04 Februari 2026

MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU

MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU
Zaini Dawa

Kubiarkan langit terpejam
Setelah gagal kusempurnakan pelangi menapaki bumi

Ada sedang menjelang masih
Ada tetap sempurnakan akan
Meskipun matahari terbitkan terang
Tetaplah aku menangis dalam gelap

Keringat malam keringat dingin
Bercucuran seolah mengerti 
aku harus bagaimana

Maju selangkah seribu duri menusuk
Diam di tempat mati membusuk
Pulang kalah membawa luka
Pergi jauh dikutuk para dewa
Di sini gerak kaku membatu di titik terendah
Menghitung angka-angka cinta di atas sajadah

Begitu dahsyatnya jalan takdir
Setiap langkah bagai disapa petir
Sekali sambar
Aku mati di akhir kilatan sajakmu

Tanpa meringis kugantung harapan
Perihal mimpi jangan tanya
Aku masih berdiri di depan pintu surga
Masih memanggil namamu

Sumenep, 26 Desember 2025

SEBUTIR DEBU

SEBUTIR DEBU
(Zaini Dawa)

Hey, rembulan biru
Aku datang dengan cinta berembun
Berebut pagi yang jujur dan lembut
Dengan napas yang selalu baru
Dan tutur sapa yang selalu sejuk
Aku ingin cinta yang jernih dan bening
Maka aminkan saja doa-doaku yang telah mengkristal di langit

Jika engkau tidak bisa kupetik
Jangan kau gelar awan hitam di langit
Karena aku ingin kau selalu bersinar
Walau setiap detiknya ada badai

Aku rela menjadi sebutir debu di sela-sela cincin jari manismu
Agar kurasakan kegaduhan detak jantungmu
Biar kuacak-ngacak sepimu
Dan bisaku berulah di dalam nadimu

Sumenep, 01 Januari 2026

MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU

MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU Zaini Dawa Kubiarkan langit terpejam Setelah gagal kusempurnakan pelangi menapaki bumi Ada sedang menje...