Sabtu, 21 Februari 2026

SAJAK BERLUMURAN MADU

SAJAK BERLUMURAN MADU

Dengan menyebut namamu
Aku tulis puisiku seharum napas bunga
Aromanya menyeruak ditebar angin barat
Kau berdiam di sela-sela kata yang kulapisi nektar
Serta kedip sayu matamu membentuk sajak berlumuran madu

Engkau adalah pilihan kata
Aku tulis di atas batu tanpa titik
Seperti air mengalir dari hulu air mata
Hingga beriak di hilir bermuara canda.
Kadang tenang
Kadang berisik

Engkau adalah puisi terindahku
Bila aku baca 
Burung-burung berkicau memecah sunyi berkabut
Ranting-ranting kering berderak menahan retak

Kuakan semakin lantang berpuisi
Untuk menjaga senyummu tetap bernyawa

Zaini Dawa
Sumenep, 19 Februari 2026

Rabu, 04 Februari 2026

MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU

MIMPIKU MASIH BERDIRI DI DEPAN PINTU
Zaini Dawa

Kubiarkan langit terpejam
Setelah gagal kusempurnakan pelangi menapaki bumi

Ada sedang menjelang masih
Ada tetap sempurnakan akan
Meskipun matahari terbitkan terang
Tetaplah aku menangis dalam gelap

Keringat malam keringat dingin
Bercucuran seolah mengerti 
aku harus bagaimana

Maju selangkah seribu duri menusuk
Diam di tempat mati membusuk
Pulang kalah membawa luka
Pergi jauh dikutuk para dewa
Di sini gerak kaku membatu di titik terendah
Menghitung angka-angka cinta di atas sajadah

Begitu dahsyatnya jalan takdir
Setiap langkah bagai disapa petir
Sekali sambar
Aku mati di akhir kilatan sajakmu

Tanpa meringis kugantung harapan
Perihal mimpi jangan tanya
Aku masih berdiri di depan pintu surga
Masih memanggil namamu

Sumenep, 26 Desember 2025

SEBUTIR DEBU

SEBUTIR DEBU
(Zaini Dawa)

Hey, rembulan biru
Aku datang dengan cinta berembun
Berebut pagi yang jujur dan lembut
Dengan napas yang selalu baru
Dan tutur sapa yang selalu sejuk
Aku ingin cinta yang jernih dan bening
Maka aminkan saja doa-doaku yang telah mengkristal di langit

Jika engkau tidak bisa kupetik
Jangan kau gelar awan hitam di langit
Karena aku ingin kau selalu bersinar
Walau setiap detiknya badai hitam mengintai

Aku rela menjadi sebutir debu di sela-sela cincin jari manismu
Agar kurasakan kegaduhan detak jantungmu
Biar kuacak-acak sepimu
Dan bisaku berulah di dalam nadimu

Sumenep, 01 Januari 2026

RINDU PALING HUYUK

RINDU PALING HUYUK (Zaini Dawa) Bila rindu membara Lidah gemetar gegas berkata-kata Menyisakan huruf hidup dan bilangan ganjil semata Aku di...