Kamis, 30 April 2020

ISOLASI ROMADLAN


Ya romadlan..
Bulan suci, bulan yang dinanti-nanti
Jiwa-jiwa yang ingin berjumpa denganmu
Melebihi rindunya kemarau pada tetes air hujan
Terbias cahaya matahari tercelup di lautan
Dan tabuhan beduk membuka tabir ma'rifat
Pada seruput pertama seteguk syari'at.

Ya Romadlan..
Bulan yang dinanti-nanti.
Hadirmu didamba orang-orang yang berjiwa tenang
Dan engkau datang pada saat bumi seperti sangkar barung
Engaku ajari kami i'tikaf dan isolasi
Serta menjalani karantina
Hanya untuk berlama-lama
denganmu.


Zaini Dawa
Sumenep. 30'04'20

Kamis, 09 April 2020

AKU MencintaiMU Melebihi BATAS


Malam ini...
Aku ingin mesra bersamamu
Dalam hening dan jiwa yang tenang
Dalam ruang yang kini mulai sepi ditinggalkan.

Disini...
Kita cukup berdua
Menindik ketakutan yang bersembunyi di balik baju
Dan kepatuhan yang tak patut tersimpan dalam buku

Aku mencintaimu melebihi batas kemampuanku

Jika malam ini...
Virus itu ada diantara buah dadamu
Biarkan aku menidurimu hingga subuh
Dan jiwa kepenyairanku tenggelam
Menggila ke dalam lekuk tubuhmu yang indah.

Engkau tetap abadi di dalam hati
Dan gemuruh itu mati
Oleh rindu dan panasnya percintaanku.

Disini, kita sedang berjudi
Mati malam ini seharum kasturi
Atau...
Hidup menyaksikan satu orang cuci tangan
Diantara jutaan batin mati kelaparan.


Karya:
Zaini Dawa
(Sumenep, 08'04'20)

Jumat, 03 April 2020

NEGERI INI AKAN BANGKRUT

Kolom opini
-------------------
NEGERI INI AKAN BANGKRUT
Dampak covid-19
Rp 405,1 triliun untuk stimulus ekonomi. Selebihnya digunakan untuk kesehatan dan jaring pengaman sosial dan keringanan bagi pelanggan PLN dengan daya 450 VA dan 900 VA.

Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta penerima manfaat. ’Besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen.

Untuk ibu hamil dari Rp 2,4 juta setahun naik menjadi Rp 3 juta setahun. Untuk anak usia dini menjadi Rp 3 juta per tahun dan penyandang disabilitas Rp 2,4 juta per tahun.

Rp 25 triliun untuk memenuhi bahan pokok beserta operasi pasar untuk memastikan kemampuan daya beli masyarakat.
*Rangkuman: Batampos.co.id* rabu 1 April 2020-11.35 WIB.

Rincian diatas merupakan usaha pemerintah untuk menanggulangi dampak covid 19 yang mengakibatkan lumpuhnya sendi-sendi perekonomian di seluruh lapisan masyarakat.

Sekarang kita coba kalkulasi berapa pengeluaran negara dan kekayaan negara akan bertahan berapa lama menghadapi situasi seperti saat ini??

Bagaimana kalau situasi ini terus berlanjut samapai 1 tahun. Tentu negeri ini akan kehabisan cara dan biaya. Sudah pasti masing-negara akan saling mengembargo satu sama lain. Importir dan eksportir akan berhenti total. Rakyat akan kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Kemudian kondisi ini akan meruncing ke permasalahan yg baru. Pencurian, penjarahan, perampokan, dan kejahatan lainnya akan terjadi karena masyarakat sudah mulai stress dengan kondisi perekonomian yang mendadak terbalik. Naudzubillahi min dzalik.

Lalu bagaimana usaha kita utk menghadapi situasi yg dinilai cukup genting ini??
Kini, rakyat Indonesia sedang menghadapi monster mematikan, memberikan dilema yang sangat berat.

Tentu kita tidak ingin bernasib seperti nenek moyang kita di zaman penjajahan dulu. Dizaman mereka harus menjual sapinya untuk membeli 1 set baju. Ini adalah gambaran lemahnya nilai tukar mata uang rupiah dan langkanya barang di pasaran.

Semoga kita dijauhkan dari malapetaka kemiskinan, bencana, dan segala wabah penyakit.
Aamiin...


Sabtu, 14 Maret 2020

CORONA DALAM SAJAK TUHAN

Karya: Zaini Dawa
Qaff...(ق)
Demi laboratorium dan perpustakaan
Yang mereka jadikan kebun
Para pemikir sibuk dengan penelitiannya
Hingga melupakan arsitek pengembang akal manusia.
Dan sajak-sajak yg ditemukan olehnya

Dari Qaff.. aku temukan Nun
Dalam sajak-sajak yang tidak diketahui kapan penciptaannya.

Qaff itu menggertak-kejutkan beratus negara
Mereka ketakutan yang sangat hebat
Geger bersama jarum jam yang mereka buat
Kebun-kebun mereka hangus  seperti terbakar
Ketakutan sekali...
Melebihi belalak mata Munkar
Hanya dengan serdadu-serdadu kecil

Serdadu itu menandai belalai mereka
Menutup ruang gerak dan gerbang kebajikan
Seperti menutup pintu kematian

Nun.... (نۤ)
Demi pengetahuan yang mereka banggakan
Dan ayat-ayat yang mereka dustakan
Bangsa ini seperti bonsai yang terlempar
Oleh tangan-tangan yang menyembunyikan batu.

Nun... 
Kau terlalu kecil
Untuk membinasakan kehidupan.
Kau terlalu muda
untuk melumpuhkan geliat manusia raksasa
Yang konon dunia ini hanya selebar daun kelor.

Hari ini..
Qaff dan nun menyebar
Mencari Ro' yang hilang dari dalam tenggorokan manusia.

Senin, 09 Maret 2020

BAHAYA NGUTANG



Pengertian
A. Tekstual
Berhutang/ngutang adalah uang yang dipinjam dari orang lain dan punya kewajiban membayar kembali (KBBI)
Pinjam/meminjam adalah memakai barang (uang dan sebagainya) orang lain untuk waktu tertentu (kalau sampai waktunya harus dikembalikan)(KBBI).

B. kontekstual
Berhutang/ngutang adalah membeli sesuatu dengan tidak membayar pada saat terjadi transaksi. Misalnya, membeli beras hari ini bayarnya di kemudian hari.
Pinjam/meminjam yang disebut "ariyah" dalam ilmu fiqih, adalah izin yang diberikan oleh pemilik barang kepada orang lain untuk dimanfaatkan. (Syaikh abdul adzim bin badawi al khalafi.) Contoh, pinjam bolpoin yang dikembalikan adalah bolpoin itu juga.

Dari berbagai pengertian diatas dapat dibedakan antara hutang dengan pinjam. Kalau hutang, barang yg harus dikembalikan tidak harus barang yang tadinya dipinjam, hutang piutang ini terjadi antara pembeli dan penjual dalam dunia dagang/bisnis.

Kalau pinjam, barang yang dikembalikan harus barang yang tadi dipinjam. Biasa ini terjadi diluar bisnis.

Hukum dalam Islam.
Secara spesifik mengenai hukum pinjam-meminjam atau hutang piutang, penulis tidak menemukan dalil khusus yang menyebutkan tentang itu (pinjam-meminjam atau hutang piutang.) Penulis cuma menemukan dalil tolong menolong yang kemudian dijadikan dalil tentang hukum ini.

1.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Baca juga https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-pinjam-meminjam.html

2
.وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
Baca https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-pinjam-meminjam.html

3.
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Baca https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-pinjam-meminjam.html

4.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Baca https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-

Pengaruh Buruk Ngutang
Sejauh perjalanan saya dalam mengkaji dan memperhatikan dunia bisnis terutama dikalangan menengah kebawah dapat disimpulkan bahwa:

1. Budaya hutang-piutang menunjukkan sebuah bangsa yang memiliki perekonomian yang lemah atau menunjukkan bahwa perputaran uang di tempat itu lambat.

2. Budaya hutang-piutang dapat melemahkan dan menurunkan usaha kemampuan membeli. Kenyataan di lapangan, orang yang terbiasa ngutang bukan orang yang tidak punya (miskin), melainkan orang yang tidak tahu bagaimana cara mengatur perekonomian rumah tangga.

3. Bagi pelaku usaha jual beli (bisnis), hutang-piutang ini merupakan virus yang dapat membangkrutkan usaha jual beli. Kecuali memiliki modal ganda.

4. Dapat dibenci bahkan dimusuhi pelanggan, tidak sedikit pemilik barang/uang dimarahi dan dimaki-maki oleh pengutang lantaran hutangnya yang menumpuk berbulan-bulan atau bahkan bertahun ditagih kerumahnya. Disini hukum jadi terbalik. Pemilik hak jadi pengemis, pengutang jadi pemilik hak.

5. Menjadi halangan seseorang masuk sorga jika hutangnya tidak terbayarkan. "Akan diampuni orang-orang yang mati syahid semua dosa-dosanya, kecuali hutangnya". (HR. Muslim)

Bayangkan...!! Seorang mujahidin yang dijanjikan sorga malah di tutup pintu sorga baginya hanya karena HUTANG, apalagi kita yang sholatnya saja masih amatiran.

Mari kita saling jujur dan saling membangun kepercayaan sebagaimana telah diajarkan Rosulullah SAW. agar selamat dari pengaruh buruk hutang-piutang diatas.!

Semoga ada manfaatnya

Jumat, 06 Maret 2020

Terpaksa Aku Ikhlas

Karya: Zaini Dawa
(Puisi ini dibuat utk kolaborasi)

Kesederhanaan matahari menjaring gerimis
Menuntun lirih nafasnmu..
memintaku untuk tersenyum..
Walau hebatnya luka memilih tak berdarah
Luka ini menghentikan detak-detak jantungmu
Di dalam tubuhku
Dan menenggelamkan wajahku
ke dalam lumpur siluet musafir cinta.

Itu salahmu, sayang...
Kamu kalah menghadapi tajamnya lidah
Gagal memaknai matahari terbit
Tetes air mata kau sebut embun pagi
Yang bertahun-tahun bergantung di langit.

Sayang...
Pelangi di bola matamu memaksaku untuk ikhlas
Merestui segala apa yang yang engkau mau
Satu-persatu catatan romantis denganmu
Bercucuran dalam peluk terakhir yang tak ku sadari bahwa itu adalah muara.

Aku memilih jalanku tanpa engkau tahu kemana arahnya.
Lupakan saja aku..
Engkau tak perlu berhenti saat melihatku berjalan kaki..
Sendiri..
Jika suatu saat nanti kau temui debu di jalan
Itulah aku...

Sayang...
Bekas-kecupan mesra menggoyang ikhlasku
Kaku mejadi relief di belahan bibirmu
Dan ikhlasku lapuk menjadi segenggam pasir
Jika suatu saat kau temui ia terhempas angin
Itulah aku...
.
Kini...
Halaman sudah menghilang
Taman sudah kerontang
Tinggal bagaimana mengikhlaskanmu
Walau luka ini ku bawa mati.

Rabu, 26 Februari 2020

Drama Cinta Babi Buta

Karya: Zaini Dawa

Aku merasakan pekatnya langit
yang diceritakan para leluhur
Asap menghitam oleh persekutuan batu dan debu,
kerikil dan pasir.
Sumur-sumur kering menua
Tertimbun bangkai binatang menelan kehausan
Untuk menikmati gemulai mata air tanah ini.

Aku merasakan pekatnya langit
yang kemaren di ceritakan biyung
Daun-daun menguning
gugur sebelum berganti musim
Paru-paru bumi sesak oleh asap cerutu
Kupu-kupu tak dapat menghisap sari-sari bunga lagi
Burung-burung tak mampu mencium aroma kening bumi.

Aku merasakan indahnya langit biru
Yang kemaren diceritakan pendongeng
Para kekasihku tertawa bahagia
Bayi-bayi yang lahir langsung tersenyum
Mendengar suara mesin ATM.

Aku meyakinkan diri
Bahwa penderitaan ini
Akan berakhir sampai disini.
Tapi,
Rumahku digerogoti rayap
Yang tak mengenal apa itu kayu,
apa itu bambu, apa itu batu.
Kekasihku yang tahu itu ingin berteriak
Mengajak burung gagak memainkan irama cakarnya
Dan membilas polesan make up-nya
Karena telah membuat mimpi-mimpinya
Mengambang seperti buih dimainkan angin.

Oh kasih...
Bagaimana bisa ku hentikan matahari di atas rel kereta api
Bagaimana bisa ku cium tangan-tangan amis bercorak melati
Sementara tanganku membendung air mata anak sungai
Yang takut bermain mata di rumah sendiri.

Aku tulis cerita itu di sebuah warung
Di saat kaki mereka menggantung di bawah kursi panjang
Ditemani manusia-manusia bermata sipit
Indahnya mutiara di dasar laut
Merdunya Kicauan burung-burung
Nikmatnya suguhan susu coklat
Aroma cengkeh dan lezatnya palawija.

Mungkin terlalu banyak daging yang mereka telan
Hingga memuntahkan kotoran berbau syetan.
Di warung itu
Aku menyaksikan skenario drama cinta babi buta
Yang disutradarai seniman asal Belanda

Aku tersentak kaget
Dan hampir semaput
Tapi, hanya satu menit
Selebihnya aku menjadi bulan-bulanan puisi
Yang di teriakkan Taufiq Ismail, Chairil Anwar,  dan WS. Rendra.

Kekasihku tersenyum kesakitan
Tersebab luka lama belum jua sembuh
Dan aku tidak akan meninggalkannya sendirian
Jika kekasihku mati
Akulah pengecut pertama yang ditulis dalam buku sejarah.

KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH Zaini Dawa  Jauh jauh mendekat Dekat dekat menjauh Samar-samar menampakkan diri lalu lenyap Hilang ditelan asap...