Rabu, 20 Mei 2020

Riuh Dalam Sunyi

Saat ini....
Tuhanku menitip salam kepada angin
Dengan bahasa yang indah dan santun..
Bersemilir meniupkan sesak meraba bumi
Dan menciumi dedaunan yang mendurhakai matahari.

Kini...
Mampuslah kau manusia dilumat sendiri
Hai para pendusta
Hai para penista
Yang telah mengotori masa
Serupa kecowa kecil dalam sepatu
Mingkem terbungkam aneh-aneh dan lucu.
Tersayat ketakutan
Terjebak keterpurukan

tangan-tangan raksasa susut mengerut
Digertak serdadu bisu hingga berlutut
Tutur sapanya yang sepi bergemuruh
Mengembalikan jiwa yang jauh nan rapuh
Dari peluk sunyi yang tertulis pada pelepah kurma
Dan terdiam kembali ke dinding rahimnya.
Seraya memahami setetes air laut
Yang menempel ujung jarum.


Sumenep, 01'06'20
Zaini Dawa

Minggu, 17 Mei 2020

PUISI PERJUANGAN_sajak pemberontakan


1- Genderang Perang

Jerit tanah yang menganga
Melontarkan aroma kembang menebar keminyan
Amis bau nanah sepanjang nusantara
Bagai menabur geliat debu panas di tengah gurun.

Pekik batu yang melapuk
Remuk ditikam belalak
Segenggam abu terbakar
mengerang di wajah-wajah leluhur
Menghembuskan nafas geram
Diantara rumput hijau bekas tersiram darah.

Teriak air beriak menggertak guntur di langit
Mengundang turunnya hujan dan cambuk halilintar
Gelegar-menggelegar di ubun-ubun mimpi..
Tabuhkan genderang perang di ceruk jantung
Untuk mebayar hutang darah yang tumpah tak berharga.

Raut muka yang kusam
Tak sanggup lagi menahan dera
Ia acungkan telunjuknya ke langit
Dan menyelupkannya ke dasar laut
Lalu mengasahnya pada taring Gajah Mada
Kepada tanduk Hayam wuruk
Kepada cakar Ayam Jantan dari timur
Hingga lahir Sumpah Pemuda.

Tanah airku...
Larut dalam ronta kepalan tangan dan barisan prajurit
Ini tulangku sendiri...
Ini darahku sendiri...
Terbungkus dagingku sendiri...
Semuanya untukmu merah putihku.

2- Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Ludah yang terbuang pantang kembali pulang
Sekali meradang tetap menerjang
Sekali merdeka tetap merdeka
Tak peduli patah tulang ataupun tubuh berlubang
Bahkan ancaman kematian tak ku hiraukan.
Merdekaaa...

Sungai-sungai dan jembatan memerah
Gunung, hutan, dan lautan terlihat gundah
Di jalan dan alun-alun mayat-mayat berserakan
Jantung itu sepi.. menjadi kota mati.

Baju pertempuran terseok diterpa kemalangan
Berlumpur darah menumpuk riuh di raut kekasih.
Air mata yang tersisa meneteskan sumpah
Lebih baik mati berkalang tanah
Dari pada hidup menjadi sampah.

Bumi rata dengan kebisingan tembang kelana
Syair-syair pewayangan berirama sabda
Mengalir dari keriput seorang kakek tua
Seruan rokh-rokh leluhur berbunga.

Hari ini..
Sajak-sajakku bergerak mencarimu
Untuk menyatukan mimpi-mimpimu yang masih mengambang.

Di sini...
Aku temukan Ajeng Kartini tersenyum pucat
Dan Ki Hajar Dewantara enggan menatap wajahku.
Entahlah...
Apa gerangan pikirkan..?

Di sudut yang lain
Aku temukan Pangeran Arya Wiraraja tertunduk lesu
Dan Jenderal Soedirman masih bertahan dalam tandu
Entahlah...
Apa gerangan pikirkan..?

Aku malu dan terpukul
Sepuluh jemariku menghujani wajah
Setelah aku tahu mereka kecewa
Ketika kemerdekaan ini dikira kebetulan saja.

3- Perjalanan Bangsa

Oowwhhh sayang..
Tatap mataku..!!
Tataplahhhh ....!!
Mata yang perih melihat kekejaman perang
Terbayang bagaimana sakitnya terpisah dengan orang tersayang
Bagaimana rasanya berselimut ranjau berguling granat
diseret seperti binatang
Pedihnya daging dikuliti
Perihnya delapan puluh ribu anak-anak kelaparan
Dirantai
Dicambuk
Disilet
Dilindas
Dicabik-cabik
Rasanya mati perlahan-lahan
Rasanya merobek nadi
Rasanya jari terputus
Rasanya disiram air keras.

Tatap mataku kawan..!!
Tataplahhhh ....!!
Mata yang berbinar-binar melihat kekayaan negeri
Tiba-tiba menghilang dalam kantong gratifikasi
Pohon jati, pohon ulin, dan isi perut bumi
Lenyap hanya dalam satu sasi

Tatap mataku pakk..!!
Tataplahhhh ....!!
Mata yang lelah oleh kantuk semalam menghitung bintang-bintang
Tak satu-pun bersinar dengan cahaya terang
Terlena janji hujan kepada rerumputan
Seperti yang dijanjikan saat bergantung di pohon dan di pinggir jalan.

Tatap mataku pakk..!!
Tataplahhhh ....!!
Mata yang bosan melihat perjalanan bangsa yang baru melangkah
Kemunculan manusia doraemon dari balik beton
Menimbulkan jerit keluh terlontar di belakang plat merah
Pergeseran nilai-nilai kepahlawanan ambyar edan.

Tatap mataku..!!
Tataplahhhh ....!!
Mata yang lepek oleh hukum yang tumpang ketimpangan
Keputusan seperti mata linggis yang jatuh dari langit
Tak mungkin ditangkap oleh tangan-tangan berkarat.

Mataku semakin penat
Menyaksikan penjara tanpa jerat
Hukuman seperti sambal bakso
Tanpa jera tetap berleha-leha
Setahun menderita seabad sejahtera.

Tanah air ini terus menerus tergerus
Rumah kecilku menyimpan tikus-tukus besar
Bangsa ini dipreteli semaunya saja
Dengan memelihara kucing anggora.

4- SAJAK PEMBERONTAKAN

Aku adalah setetes sajak..
Sajak yang beriak dari peluh nenek moyang
Sajak yang tak mau diam dalam kemunafikan.
Karena sajakku adalah pemberontakan
Melawan bromocorah-bromocorah adipati
Melawan denawa-denawa senopati
Penyamun kekuasaan
Begal kemerdekaan dan keamanan.

Adigang...  Adigung... Adiguna...

Aku tak bisa membayangkan
Bagaimana jadinya negeri ini bila dikuasi bromocorah dan denawa
Keamanan dan kemakmuran tertutup laporan
Kesejahteraan dan keadilan hanya di layar kaca.

Gelap mataku
Buta matamu
Gatal mata kelilipan mata uang
Main cara main mata
Pasang mata dimana-mana.

Dalam pertempuran ini kau boleh teriaki aku kalah
Kau boleh tudingkan telunjukkmu ke mataku
Tapi, ada sesuatu yang perlu kamu ingat
Aku adalah sarang jiwa manusia-manusia lemah...
Darinya menetaskan ribuan sajak...
Menyelami kedalaman pikiranmu
Yang memuntahkan bilur-bilur kebosanan.

Ooohhh...
Kemana mereka yang mengaku pahlawan?
Yang katanya siap mengabdi mengisi kemerdekaan?
Dimanakah santun sapamu kepada bangsa?
Kecuali..
Santunan siapa lagi yang belum tiba
Gonjang-ganjing peraturan kolot
Dibawa saku rekening gendut
Serta kebijakan atas paduan suara kolega
Sanak famili... dan keluarga...

Kemana mereka yang mengaku patriot
Yang katanya berdaulat kepada rakyat?
Dimanakah mereka bersembunyi
Di saat jati diri bangsa terombang ambing keraguan
Antara menjadi warga negara yang utuh
atau berketuhanan yang patuh..?

Oooohhh...
Kemanakah mereka yang bangga dengan kidung ibu pertiwi?
Yang katanya lebih elok dari pada suara adzanku?
Dimanakah gemulai gerak tarian iramanya?
Yang katanya semurni puja kepadanya.?
Di saat bangsa ini menjadi boneka hello kitty
Mereka hanya mengangguk-ngangguk
Geleng-geleng kepala
Menganga serupa catut di atas meja.

Dimanakah kalian semua
Keluarlah...
Sapalah pahlawan-pahlawan bangsa
Yang enggan menjawab salamku.

Sumenep, 4 Agustus 2020

Karya: Zaini Dawa

Kamis, 30 April 2020

ISOLASI ROMADLAN


Ya romadlan..
Bulan suci, bulan yang dinanti-nanti
Jiwa-jiwa yang ingin berjumpa denganmu
Melebihi rindunya kemarau pada tetes air hujan
Terbias cahaya matahari tercelup di lautan
Dan tabuhan beduk membuka tabir ma'rifat
Pada seruput pertama seteguk syari'at.

Ya Romadlan..
Bulan yang dinanti-nanti.
Hadirmu didamba orang-orang yang berjiwa tenang
Dan engkau datang pada saat bumi seperti sangkar barung
Engaku ajari kami i'tikaf dan isolasi
Serta menjalani karantina
Hanya untuk berlama-lama
denganmu.


Zaini Dawa
Sumenep. 30'04'20

Kamis, 09 April 2020

AKU MencintaiMU Melebihi BATAS


Malam ini...
Aku ingin mesra bersamamu
Dalam hening dan jiwa yang tenang
Dalam ruang yang kini mulai sepi ditinggalkan.

Disini...
Kita cukup berdua
Menindik ketakutan yang bersembunyi di balik baju
Dan kepatuhan yang tak patut tersimpan dalam buku

Aku mencintaimu melebihi batas kemampuanku

Jika malam ini...
Virus itu ada diantara buah dadamu
Biarkan aku menidurimu hingga subuh
Dan jiwa kepenyairanku tenggelam
Menggila ke dalam lekuk tubuhmu yang indah.

Engkau tetap abadi di dalam hati
Dan gemuruh itu mati
Oleh rindu dan panasnya percintaanku.

Disini, kita sedang berjudi
Mati malam ini seharum kasturi
Atau...
Hidup menyaksikan satu orang cuci tangan
Diantara jutaan batin mati kelaparan.


Karya:
Zaini Dawa
(Sumenep, 08'04'20)

Jumat, 03 April 2020

NEGERI INI AKAN BANGKRUT

Kolom opini
-------------------
NEGERI INI AKAN BANGKRUT
Dampak covid-19
Rp 405,1 triliun untuk stimulus ekonomi. Selebihnya digunakan untuk kesehatan dan jaring pengaman sosial dan keringanan bagi pelanggan PLN dengan daya 450 VA dan 900 VA.

Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta penerima manfaat. ’Besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen.

Untuk ibu hamil dari Rp 2,4 juta setahun naik menjadi Rp 3 juta setahun. Untuk anak usia dini menjadi Rp 3 juta per tahun dan penyandang disabilitas Rp 2,4 juta per tahun.

Rp 25 triliun untuk memenuhi bahan pokok beserta operasi pasar untuk memastikan kemampuan daya beli masyarakat.
*Rangkuman: Batampos.co.id* rabu 1 April 2020-11.35 WIB.

Rincian diatas merupakan usaha pemerintah untuk menanggulangi dampak covid 19 yang mengakibatkan lumpuhnya sendi-sendi perekonomian di seluruh lapisan masyarakat.

Sekarang kita coba kalkulasi berapa pengeluaran negara dan kekayaan negara akan bertahan berapa lama menghadapi situasi seperti saat ini??

Bagaimana kalau situasi ini terus berlanjut samapai 1 tahun. Tentu negeri ini akan kehabisan cara dan biaya. Sudah pasti masing-negara akan saling mengembargo satu sama lain. Importir dan eksportir akan berhenti total. Rakyat akan kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Kemudian kondisi ini akan meruncing ke permasalahan yg baru. Pencurian, penjarahan, perampokan, dan kejahatan lainnya akan terjadi karena masyarakat sudah mulai stress dengan kondisi perekonomian yang mendadak terbalik. Naudzubillahi min dzalik.

Lalu bagaimana usaha kita utk menghadapi situasi yg dinilai cukup genting ini??
Kini, rakyat Indonesia sedang menghadapi monster mematikan, memberikan dilema yang sangat berat.

Tentu kita tidak ingin bernasib seperti nenek moyang kita di zaman penjajahan dulu. Dizaman mereka harus menjual sapinya untuk membeli 1 set baju. Ini adalah gambaran lemahnya nilai tukar mata uang rupiah dan langkanya barang di pasaran.

Semoga kita dijauhkan dari malapetaka kemiskinan, bencana, dan segala wabah penyakit.
Aamiin...


Sabtu, 14 Maret 2020

CORONA DALAM SAJAK TUHAN

Karya: Zaini Dawa
Qaff...(ق)
Demi laboratorium dan perpustakaan
Yang mereka jadikan kebun
Para pemikir sibuk dengan penelitiannya
Hingga melupakan arsitek pengembang akal manusia.
Dan sajak-sajak yg ditemukan olehnya

Dari Qaff.. aku temukan Nun
Dalam sajak-sajak yang tidak diketahui kapan penciptaannya.

Qaff itu menggertak-kejutkan beratus negara
Mereka ketakutan yang sangat hebat
Geger bersama jarum jam yang mereka buat
Kebun-kebun mereka hangus  seperti terbakar
Ketakutan sekali...
Melebihi belalak mata Munkar
Hanya dengan serdadu-serdadu kecil

Serdadu itu menandai belalai mereka
Menutup ruang gerak dan gerbang kebajikan
Seperti menutup pintu kematian

Nun.... (نۤ)
Demi pengetahuan yang mereka banggakan
Dan ayat-ayat yang mereka dustakan
Bangsa ini seperti bonsai yang terlempar
Oleh tangan-tangan yang menyembunyikan batu.

Nun... 
Kau terlalu kecil
Untuk membinasakan kehidupan.
Kau terlalu muda
untuk melumpuhkan geliat manusia raksasa
Yang konon dunia ini hanya selebar daun kelor.

Hari ini..
Qaff dan nun menyebar
Mencari Ro' yang hilang dari dalam tenggorokan manusia.

Senin, 09 Maret 2020

BAHAYA NGUTANG



Pengertian
A. Tekstual
Berhutang/ngutang adalah uang yang dipinjam dari orang lain dan punya kewajiban membayar kembali (KBBI)
Pinjam/meminjam adalah memakai barang (uang dan sebagainya) orang lain untuk waktu tertentu (kalau sampai waktunya harus dikembalikan)(KBBI).

B. kontekstual
Berhutang/ngutang adalah membeli sesuatu dengan tidak membayar pada saat terjadi transaksi. Misalnya, membeli beras hari ini bayarnya di kemudian hari.
Pinjam/meminjam yang disebut "ariyah" dalam ilmu fiqih, adalah izin yang diberikan oleh pemilik barang kepada orang lain untuk dimanfaatkan. (Syaikh abdul adzim bin badawi al khalafi.) Contoh, pinjam bolpoin yang dikembalikan adalah bolpoin itu juga.

Dari berbagai pengertian diatas dapat dibedakan antara hutang dengan pinjam. Kalau hutang, barang yg harus dikembalikan tidak harus barang yang tadinya dipinjam, hutang piutang ini terjadi antara pembeli dan penjual dalam dunia dagang/bisnis.

Kalau pinjam, barang yang dikembalikan harus barang yang tadi dipinjam. Biasa ini terjadi diluar bisnis.

Hukum dalam Islam.
Secara spesifik mengenai hukum pinjam-meminjam atau hutang piutang, penulis tidak menemukan dalil khusus yang menyebutkan tentang itu (pinjam-meminjam atau hutang piutang.) Penulis cuma menemukan dalil tolong menolong yang kemudian dijadikan dalil tentang hukum ini.

1.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Baca juga https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-pinjam-meminjam.html

2
.وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
Baca https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-pinjam-meminjam.html

3.
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Baca https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-pinjam-meminjam.html

4.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Baca https://almanhaj.or.id/1285-ariyah-

Pengaruh Buruk Ngutang
Sejauh perjalanan saya dalam mengkaji dan memperhatikan dunia bisnis terutama dikalangan menengah kebawah dapat disimpulkan bahwa:

1. Budaya hutang-piutang menunjukkan sebuah bangsa yang memiliki perekonomian yang lemah atau menunjukkan bahwa perputaran uang di tempat itu lambat.

2. Budaya hutang-piutang dapat melemahkan dan menurunkan usaha kemampuan membeli. Kenyataan di lapangan, orang yang terbiasa ngutang bukan orang yang tidak punya (miskin), melainkan orang yang tidak tahu bagaimana cara mengatur perekonomian rumah tangga.

3. Bagi pelaku usaha jual beli (bisnis), hutang-piutang ini merupakan virus yang dapat membangkrutkan usaha jual beli. Kecuali memiliki modal ganda.

4. Dapat dibenci bahkan dimusuhi pelanggan, tidak sedikit pemilik barang/uang dimarahi dan dimaki-maki oleh pengutang lantaran hutangnya yang menumpuk berbulan-bulan atau bahkan bertahun ditagih kerumahnya. Disini hukum jadi terbalik. Pemilik hak jadi pengemis, pengutang jadi pemilik hak.

5. Menjadi halangan seseorang masuk sorga jika hutangnya tidak terbayarkan. "Akan diampuni orang-orang yang mati syahid semua dosa-dosanya, kecuali hutangnya". (HR. Muslim)

Bayangkan...!! Seorang mujahidin yang dijanjikan sorga malah di tutup pintu sorga baginya hanya karena HUTANG, apalagi kita yang sholatnya saja masih amatiran.

Mari kita saling jujur dan saling membangun kepercayaan sebagaimana telah diajarkan Rosulullah SAW. agar selamat dari pengaruh buruk hutang-piutang diatas.!

Semoga ada manfaatnya

KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH Zaini Dawa  Jauh jauh mendekat Dekat dekat menjauh Samar-samar menampakkan diri lalu lenyap Hilang ditelan asap...