Selasa, 11 Mei 2021

PUISI HARI RAYA AIDUL FITRI

HARI KEMENANGAN.

Telah kutaklukkan kemunafikan tanpa rasa takut.
Telah kutaklukkan kesombongan dengan rasa lapar dan haus.
Bukan dengan argumen.
Bukan dengan kekuasaan.

Kini,
Kita telah terpisah dengan bulan suci romadlan

Berteriaklahhh...
Sehebat rasa sakitnya daging terkuliti
Karena terpisah dengan kekasih

Menjeritlah...
Sedahsyat mayat-mayat dalam kubur
Merinding karena teriakan kemenangan
Pecah di bibir anak cucu mereka.
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Wa lillahilhamdu...

Sumenep, 11 Mei 2021

Zaini Dawa

Senin, 26 April 2021

TAKJIL

Seperti rindu yang terpenjara
Perjumpaan yang dimimpikan
Menggeliat hebat mengguncang dada

Cintaku karena kasihmu
Hingga ku abaikan corong-corong yang tegak menghadap ke barat dan ke timur.
Dan lagu-lagu merdu yang berteriak-teriak memanggil namamu
Sebab aku tahu engkau lebih dekat dari urat nadiku.

Sepantasnya aku malu
Dan aku lebih memilih malu
Dengan rasa rakus yang menguasi benak beringas seperti penganten baru
Untuk kau hajar kerak-kerak hitam di tubuhku.

Seperti terbuai kenikmatan
Dan tatapanmu yang meneteskan madu
Telah mengacak-acak otak dan pikiran
Sebab tajalliku menggereget dalam takjilku.

Sumenep, 27 April 2021

Zaini Dawa

AIR MATA TERAKHIR

Mendung apa gerangan di balik hujan air matamu
Menderu seolah-olah esok tidak ada lagi matahari.

Engkau datang mengadukan nasib air mata
Menghakimi kekalahan-kekalahan yang menindas isi kepala
Menanggung semua rasa yang terselip diantara dua luka
Dan kau ingin menukarnya dengan retaknya do'a do'a.

Diantara kita tidak ada dusta
Tidak ada kecewa
Tiba-tiba ruang tersekat dan waktu terhenti
Pada saat debur-debur darah segar mengguncang mimpi

Kalau saja mereka mengerti pemberontakan
Cukup dengan setetes air mata
Dunia ini akan tenggelam ke dalam nestapa
Nyatanya...
Air matamu tetap saja menggenangi pangkuan.

Baiknya kita berteduh di bawah takdir
Bukan menyumpahi pertemuan-pertemuan yang kini terkapar
Dan menjadi risalah air mata terakhir
Karena kekalahanku adalah seni membuat titik bergetar.

Sumenep, 26 April 2021

Zaini Dawa

Jumat, 19 Maret 2021

CEMAS

Aku tulis namaku disini
Di atas pasir menanti datangnya matahari
Meyakinkan gelombang perjalanan batin
Perihal ngiang tawa dan air mata seperti angin

Rasa ini terdiam dalam meditasi bunga
Bertaut pesona mawar, pun juga duri-durinya

Daun-daun tertiup angin
Bergesekan menyampaikan riuh
Mengisyaratkan nada rintih

Tak ada yang berpijar dari gelapnya malam
Tak ada yang terpancar dari kedapnya sekat terpendam

Dalam meditasi itu...
Daun-daun runtuh dan terlepas
Terhempas angin berkuntum cemas


Sumenep, 190321
Zaini Dawa

Sabtu, 27 Februari 2021

ZAMAN BATU

Engkau yang terlahir dari batu
Ditempa manusia-manusia batu
Tanduk berpamor
lidah becabang
Menyepuh paku
pada batu-batu kampung.

Engkau telah menjadi batu.
Kembali melahirkan batu 
Sejak zaman dahulu
Dan hari ini masih zaman batu.

Ketika manusia pilihan menjadi batu
Diagungkan manusia-manusia batu
Tidak ada lagi benih bunga-bunga disemaikan
Tidak ada lagi kitab-kitab dimunculkan
Keadilan disesuaikan dengan selera
Aturan dimainkan sesuai rencana.

Ketika manusia pilihan menjadi batu.
Diagungkan manusia-manusia batu
Hilang akal sehat
Hilang budaya
Hilang norma
Kedzoliman berbaris rapi dihadapan batu-batu
Semuanya membisu
Semuanya membatu
Seolah-olah itu biasa
Sebab sama-sama
memiliki cerita
yang sama.

Hari ini...
Bangsa menghadapi zaman batu
Zaman yang penuh keruwetan
Zaman yang penuh kerepotan
Bangsa-mana yang tidak ketakutan
Menyaksikan kekuatan mengundang keributan
Dan kekuasaan memancing perselisihan

Oo.. zaman batu
Kau akan hancur di tangan orang gila
Orang yang tidak takut dihantam batu
Tidak pula manusia-manusia batu
Dia datang bersama pengembala ranting
Juga batang-batang pohon kering
Punya nyali membakar puji
Bongkar pengkhianat bakti
Tanpa senjata
Tanpa azimat
Tanpa prajurit
Lidahnya berapi
Ucapannya terbukti
Membangkang berani mati.

(Zaini Dawa)

KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH Zaini Dawa  Jauh jauh mendekat Dekat dekat menjauh Samar-samar menampakkan diri lalu lenyap Hilang ditelan asap...